Baru-baru ini, perusahaan keamanan Trend Micro memberi peringatan sebuah
backdoor Android
baru bernama GhostCtrl.
Backdoor ini merupakan salah satu varian dari OmniRAT yang ditemukan pada 2015 dan menyerang berbagai jenis
platform, termasuk Windows, Linux, dan Mac.
Sebagaimana
dikutip dari
Softpedia, Selasa (18/7/2017),
GhostCtrl secara khusus mencoba menginfeksi perangkat Android dan menyebar sebagai
file APK (
application package file) yang berdiri sendiri, dengan nama App, MMS, whatsapp, atau Pokemon GO.
Setidaknya,
malware ditemukan dalam tiga versi berbeda. Versi terkuat dari
malware ini memungkinkan
hacker memiliki
kontrol penuh atas perangkat Android. Selain itu, sang penjahat siber
juga mampu mengakses dan mentransfer data yang tersimpan.
"APK jahat, setelah diklik oleh APK
wrapper akan meminta
pengguna untuk menginstalnya. Sangat sulit untuk menghindarinya, bahkan
jika pengguna membatalkan permintaan pemasangan, pesan akan tetap
muncul," demikian pernyataan Trend Micro.
Lebih lanjut, disebutkan juga, APK tersebut tidak memiliki ikon. Namun, begitu terpasang pada Android, APK
wrapper akan meluncurkan layanan yang membiarkan APK utama bersifat jahat untuk berjalan pada
background.
Kontrol Penuh Terhadap Perangkat
Malware itu memakai sebuah layanan
com.android.engine yang dengan mudah menipu pengguna untuk percaya pada prosesnya. Dengan begitu, pengguna tidak akan menghentikan proses
malware tersebut. Sekali saja perangkat terinfeksi, GhostCtrl akan menunggu perintah dan terhubung ke
server C&C pada port 3176.
Infeksi itu yang memungkinkan peretas mencuri berbagai data dari
perangkat, misalnya saja riwayat panggilan, SMS, kontak, nomor telepon,
nomor seri SIM, lokasi, dan riwayat pencarian.
Tak hanya itu,
hacker juga bisa mengambil berbagai data dari kamera, proses, dan juga
wallpaper. Terparah, si penjahat siber juga bisa mengaktifkan kamera atau merekam suara kemudian mengunggahnya ke
server.
Penjahat siber juga bisa mengirimkan pesan untuk membajak perangkat demi tugas khusus. Misalnya saja mengubah
password hingga mengubah pengaturan akun.
Sejauh ini, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menghindari
serangan ini dengan tidak mengunduh dan memasang APK dari sumber tak
terpercaya.